Jangan Gampang Baper Pengin Nikah Muda, Karena Realitanya Kamu Harus Beres Dengan 6 Hal Ini Dulu

Nikah Muda/ Ilustrasi via Hipwee.com


Malam ini seharusnya saya segera beristirahat, selain karena sudah kenyang besok ada pekerjaan yang menunggu untuk segera diselesaikan. Namun dasar orang Indonesia, yang tangannya maha-terampil mengutak-atik hape, sambil tiduran pun saya masih memainkan hape pintar. Hingga kemudian saya membuka instagram, lalu menemukan postingan ini di menu foto populer. Foto tersebut diposting oleh akun @gerakannikahmuda dengan bubuhan kepsyen ajakan rame-rame ke KUA dan mendukung gerakan nikah muda.

Kampanye Gerakan Nikah Muda

Deg! Saya terhenyak. Ya allah, sebegininya dakwah zaman sekarang. Ceroboh sekali. Dan saya rasa sangat tidak bertanggungjawab.


Kita tahulah, remaja di Indonesia ini kan rata-rata familiar dengan instagram, melihat postingan-postingan semacam itu, mereka sering kali langsung terbawa perasaan, merespon positif tanpa merasa perlu memfilternya dengan lbih jernih, dan di antara mereka banyak yang kemudian memensyen temen-temennya agar turut meramaikan gerakan tersebut.

Agaknya ini merupakan buntut dari kesalahan tafsir atas pernikahan putra Ustadz Arifin Ilham, Muhammad Alfin Faiz 6 Agustus lalu. Sebagian orang lantas menjadikannya sebagai panutan untuk menikah muda, walau secara gamblang Alfin sudah menyatakan bahwa pernikahannya tidak untuk mempengaruhi ramaja di Indonesia agar menikah muda. Ia menikah muda, karena memang merasa sudah mampu.



Karena itulah, saya langsung tergerak untuk membuat artikel ini. Khusus untuk kamu yang sekarang ini telanjur baper pengin nikah muda.

Coba deh simak dulu artikel ini  dengan saksama. Jangan  gampang baper pengin nikah muda, karena realitanya kamu harus terlebih dahulu beres dengan 6 hal ini.


1.    Kamu Harus Udah Punya Calonnya


Anak : Yah, aku mau nikah.

Ayah : Sama siapa?
Anak : Ya nggak tahu. Pokoknya aku mau nikah.
Ayah : *nelponrumahsakitjiwa

Kamu ngebet nikah muda, sementara calonnya aja belum ada. Itu kan gila namanya. Cuma nggedein baper aja. Capek dikit pengin nikah. Dingin dikit pengin nikah. Ngliat orang lain nikah, jadi pengin nikah. Padahal usiamu masih sangat muda. Dan kamu juga belum punya calonnya.  Ya ampun dek.....!


2.    Oke Kalau Misalnya Kamu Sudah Punya Calon. Tapi Mentalmu Gimana, Udah Siap?

Kamu juga harus tahu dan sadar dari sekarang, berkeluarga itu tidaklah mudah. Ada banyak hal baru yang akan hadapi. Keluarga baru, istri baru, suasana baru, tanggungjawab baru, dan teman tidur baru. Dan itu semua membutuhkan kematangan mental dan kedewasaan berpikir.

    
Ingat, nikah itu bukan cuma buat enak-enakan di ranjang aja. Nikah itu bukan cuma soal penghalan seks.  


Sekarang coba deh kamu introspeksi dulu, ngaca dulu, memangnya kamu sudah cukup dewasa dalam berpikir? Apakah mentalmu sudah cukup matang untuk berkeluarga?



3.    Prosesnya Tidak Akan Mudah, Kamu Harus Berhadapan Dengan Hukum Negara.


Oke kalau misalnya kamu sudah memenuhi kedua syarat di atas. Tapi saya mau nanya nih sama kamu,

Kalau kamu memang beneran udah kebelet kawin, memangnya udah coba baca-baca Undang-undang perkawinan? Kalau belum, coba deh baca dulu.

Dalam pasal 7 ayat 1 disebutkan, perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita  mencapai usia 16 tahun. Tapi memang, dalam hal ada kelainan (misal kamu merasa sudah siap dan sudah diizinkan orangtua), maka kamu harus meminta dispensasi kepada pengadilan. Dan itu prosesnya panjang sekali. Berat sekali. Dan nggak gratis, you know?  Butuh duit!

Atau mungkin akan berbeda sih kalau kamu nggak mau ribet. Trus kamu nyuap atau ngrubah tahun kelahiran?

Tapi, mau nikah masa’ gitu?Ngibul.


4.    Dalam Persidangan, Kamu Juga Harus Mampu Membuktikan Bahwa Kamu Punya Penghasilan Sendiri


Penghasilanmu berapa sekarang? Kira-kira udah cukup belum buat memenuhi kebutuhan rumah tanggamu sehari-hari?


Karena begini, untuk mendapatkan izin khusus dari pengadilan, kamu harus mampu meyakinkan dan membuktikan kepada hakim bahwa kamu punya penghasilan sendiri yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggamu. Kalau tidak bisa, maka jelas permohonanmu akan ditolak. Hakim tidak akan mungkin mengizinkanmu menikah muda karena itu artinya besar kemungkinan kamu akan membuat ia sengsara. Kasihan ‘kan?


Tapi kan bisa ikut orangtua dulu?


Ya iya sih. Tapi apa itu artinya kamu akan lepas tanggungjawab? Nggak. Kamu tetap harus bertanggungjawab terhadap keluargamu sendiri.

Masa’ nikah cuma mau enaknya aja? Giliran yang susah-susah (nafkahin, ngasih uang belanja), kamu minta orangtua. Duh dek. Pikiranmu itu loh, picik sekali.



5.    Kamu Juga Harus Punya Saksi di Persidangan


Masih berhubungan dengan poin empat, di persidangan kamu juga harus punya saksi bahwa kamu sudah mampu dan sudah berpenghasilan.

Saksinya sudah ada?


Atau kamu mau menyewa orang untuk melakukan kesaksian palsu?




6.    Sebenarnya, Niatmu Nikah Muda Apa Sih?


Buat kamu yang kebelet nikah muda, yuk jawab pertanyaan ini dulu. Dengan penuh kejujuran.


Sebenarnya, niat yang mendasari kamu nikah itu apa, sih?

Biar halal, Kak. Hei, nikah itu bukan hanya soal penghalalan seks kali.

Biar keren dong. Ya allah, jadi kamu korban tren?

Biar nggak dekat dengan zina, akh. Hmmm, iya sih. Tapi kalau kamu memang belum mampu, bukan dengan nikah muda caranya. Tapi puasa. Ini Rasulullah loh yang bilang.

Baiklah....kalau memang kebaperanm pengin nikah muda itu gara-gara kemarin liat Alfin nikah, coba deh baca pernyataannya waktu diwawancari tim Waswas pada 10 Agustus lalu. Begini katanya,

“Jika ingin menikah muda, lihat situasi dan kondisi. Dari segi ekonomi yang terpenting. Kalau nggak punya penghasilan, istri mau dikasih apa?. Intinya harus ada pekerjaan tetap atau bisnis tetap.”

Nggak cuma Alfin, di momen yang sama Larissa pun bilang begini,

“Sebenarnya menikah itu nggak mudah dan nggak semena-mena enak juga.Jadi saya berpikir kalau orang misalnya bilang nikah itu enak, salah banget.“

“Pernikahan muda kami ini jangan dicontoh, eh bukan dicontoh, maksudnya lebih disaring lagi. Jangan dipaksain, misalkan belum punya penghasilan, mentalnya belum siap, ya jangan dipaksa. Untuk menghindari zina misalnya, tapi kalau sikonnya belum bisa ya jangan dipaksa gitu. “  Pesan Alfin di akhir wawancara.


Baiklah, akhirnya saya cuma mau bilang padamu kalau kamu itu punya kehidupan jalan kehidupan sendiri. Punya takdir sendiri. Ustadz-ustadzah dan akun instagram yang mendorongmu untuk segera menikah muda itu, tidak akan ikut bertanggungjawab terhadap pernikahanmu kelak. Karena misi mereka hanya untuk mempengaruhimu melalui ceramahnya yang mahal itu dan menjual buku padamu. *eh


Jadi, masih ngebet pengin nikah muda? 

Jogja, dinihari 03 Agustus 2016

Click to comment