Ada Nama Ternate di Balik Tercetusnya Teori Evolusi, Benarkah?

Azastranesia| Anda ingat dengan teori evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin? Lewat teori evolusi ini, Charles Darwin berteori bahwa asal-usul spesies makhluk hidup berevolusi dari nenek moyang yang sama melalui proses seleksi alam. Namun tahukah Anda bahwa ternyata Charles Darwin tidak sendiri dalam menyusun teori evolusi tersebut? Jika belum tahu, silakan dilanjutnya membacanya.

Pada tahun 2005 lalu, dunia mengungkap fakta bahwa ada Alfred Russel Wallace, seorang ilmuan kebangsaan Inggris yang pertama kali mengusulkan teori evolusi pada Darwin. Dalam proses penemuan teori ini Indonesia layak bangga, karena di Indonesia atau tepatnya di Ternatelah teori ini pertama kali tercetus. 

Sebagai ilmuan, Wallace sering kali melakukan pengembaraan ke berbagai belahan dunia  untuk melakukan riset. Pengembaraan Wallace pada akhirnya mengantarkannya hingga sampai di Maluku Utara atau tepatnya di Ternate pada 8 Januari 1858. Di Ternate inilah Wallace  merampungkan teori-teorinya tentang flora dan fauna dan teori evolusi yang dirumuskan oleh Wallace yakni The fittest would survive atau individu yang paling kuatlah yang dapat bertahan. Wallace menuliskan surat tentang teorinya itu kepada Darwin yang kemudian dikembangkan oleh Darwin menjadi teori evolusi yang sangat terkenal itu.  

Belakangan ini surat tersebut dikenal dengan  dunia dengan sebutan "The letter from Ternate". Dalam suratnya kepada Darwin,  Wallace bercerita betapa menyenangkannya  tinggal di Ternate.  Wallace bahkan sangat membanggakan rumah yang dihuninya di kelurahan Santiyong karena lokasinya yang sangat strategis. Dari tempat tinggalnya itu,  Wallace dapat menikmati indahnya pemandangan Gunung Gamalama dan pepohonan yang rindang. Wow.. indah sekali bukan?


Ya.... panorama alam Ternate memang sangat indah. Pulau Ternate kerap disebut-sebut sebagai surga tersembunyi di Indonesia.  Di sini Anda dapat mengunjungi beberapa spot wisata seperti bekas aliran lava di Batu Angus, pertunjukan perahu melayang di Pantai Sulamadaha, Danau Tolire, Pantai Bobane Ici, Benteng Kastela, berziarah di makam Sultan Baabullah, serta menikmati pemandangan Pulau Maitara dan Tidore seperti di uang kertas 1000 rupiah itu. 

Kota yang berada dibawah kaki gunung api Gamalama, sebuah gunung stratovolcano kerucut yang merupakan keseluruhan Pulau Ternate ini, selama berabad-abad telah dijadikan sebagai pusat benteng Portugis dan VOC Belanda untuk perdagangan rempah-rempah. Gunung Gamalama sendiri mempunyai ketinggian 1.715 meter di atas permukaan laut dengan ditutupi Hutan Montane pada ketinggian 1.200 - 1.500 m dan Hutan Ericaceous pada ketinggian di atas 1.500 m.

Lereng Gunung Gamalama

Di Kota Ternate inilah dulu Kerajaan Gapi atau yang kemudian lebih dikenal sebagai Kesultanan Ternate (mengikuti nama ibukotanya) berada. Kesultanan Ternate sendiri merupakan salah satu dari 4 kerajaan Islam di Maluku dan merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara yang didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada 1257. Kesultanan Ternate juga memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 hingga abad ke-17. Pada paruh abad ke -16 berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militernya, Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaannya. Di masa jaya itu, kekuasaannya membentang mencakup wilayah Maluku, Sulawesi utara, timur dan tengah, bagian selatan kepulauan Filipina hingga sejauh Kepulauan Marshall di pasifik.

Mengingat sejarah dan panorama alamnya yang indah itulah, kota yang hanya seluas 29 km2 ini layak untuk Anda masukkan sebagai daftar pulau yang wajib dikunjungi. Dijamin, Anda tidak akan menyesal.
Gimana, bangga kan jadi orang Ternater? Bangga kan Indonesia punya Ternate?  

*Diolah dari berbagai sumber

Click to comment